Tentu pertanyaan seperti ini mungkin pernah hinggap di kepala kita, berhubung keduanya sama-sama menanamkan modal dengan harapan pertumbuhan dana dikemudian hari untuk imbal hasil yang lebih besar.
Jadi, trading atau investing? Tentu jawabannya adalah insurance.
Loh? Kok jadi asuransi? Konsep trading dan investing kan berbeda dengan asuransi?!
Sebelum membahas mengenai statement tersebut, sesuai judul konten ini, mari kotakkan antara trading dan investing.
Seorang trader, biasanya melakukan Buy and Sell dalam waktu yang singkat/jangka pendek.
Trading lebih fokus pada potensi return yang akan didapatkan sehingga harga menjadi acuan utama untuk melakukan Buy and Sell, dan tujuan utama trading adalah memperoleh capital gain.
Biasanya analisa teknikal lebih sering digunakan untuk memantau arah pergerakan harga.
Instrumen trading diantaranya saham, forex, cryptocurrency, dsb.
Seorang investor, biasanya melakukan Buy and Sell dalam jangka waktu yang lama. Dengan kata lain, dana tersebut di Hold sampai waktunya nanti melakukan Sell.
Investor lebih fokus pada pertumbuhan suatu perusahaan karena tujuan utama investing adalah memperoleh capital gain dan cash flow.
Biasanya analisa fundamental lebih sering digunakan untuk menganalisis ekonomi suatu perusahaan mengacu pada laporan keuangan dan histori perusahaan tersebut.
Instrumen investing diantaranya properti, deposito, saham, obligasi, dsb.
Lebih untung mana?
Pada dasarnya trading maupun investing sama-sama memiliki potensi keuntungan yang besar. Terbukti dari banyaknya pebisnis Indonesia yang mencapai puncak kesuksesan melalui trading dan investing. Termasuk tokoh dunia seperti George Soros dan Warren Buffet. George Soros? Yup, dia sering dikait-kaitkan dengan Krisis Moneter 1997 dan peristiwa Black Wednesday 1992 di Inggris. Dia dijuluki sebagai spekulan ulung dan teori relfeksifitasnya.
Trading dan investing memang menguntungkan, merupakan hal yang sangat direkomendasikan oleh para konsultan keuangan. Tapi, bagaimana jika kepastian hidup tiba-tiba datang?
Sakit? Meninggal? Tua? Apakah ada yang bisa menghindar dari 3 kepastian tersebut?
Jika sakit, membutuhkan biaya besar, tidak bisa bekerja, tabungan, investasi, semua aset hasil kerja keras akan tergerus biaya rumah sakit dan pengobatan yang mahal.
Jika meninggal, sampai berapa lama harta bisa menghidupi keluarga tercinta yang ditinggal? Bagaimana dengan pendapatan, hutang, dan biaya pendidikan anak?
Jika tua, tentu memiliki risiko sakit dan meninggal yang lebih besar. Pada saat itu, biaya asuransi sudah tidak lagi terjangkau.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi lebih untung mana. Melainkan lebih penting mana? Sebelum melangkah ke trading dan investing, financial planning yang baik dan tepat adalah memiliki asuransi sebagai manajemen risiko terhadap diri dan aset.
Investasi merupakan langkah selanjutnya untuk mencapai financial success. Investasi bisa dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sesuai kebutuhan dan tujuan. Untuk instrumen investasi jangka pendek yaitu ; deposito, SBI. Namun kekurangan dari instrumen investasi ini adalah tidak ada cash flow dan pajak final 20%. Berbeda dengan investasi jangka panjang seperti ; properti, saham, obligasi, dsb. Properti bisa disewakan, dapat passive income. Saham dapat dividen. Obligasi dapat kupon. Namun kekurangan dari instrumen investasi ini adalah diperlukan modal yang cukup. Meskipun pajak yang dikenakan tidak lebih besar dari deposito dan SBI. Di samping itu, untuk menjadi investor saham diperlukan pengetahuan yang cukup, strategi serta kepiawaian dalam menganalisa pasar.
Sebagai solusi untuk berinvestasi dengan dana minim, tidak memerlukan keterampilan khusus dan tidak menyita waktu, yaitu berinvestasi di reksadana. Sebuah produk investasi yang menawarkan beberapa instrumen pasar modal dan dikelola oleh manajer investasi yang mumpuni. Dengan dana yang cukup, kita bahkan bisa mengalokasikan dana sekaligus pada berbagai instrumen pasar modal sehingga lebih terdiversifikasi.
Terakhir, trading salah satu cara yang baik untuk meningkatkan income. Apalagi saat ini onlline trading semakin menjamur dengan segala kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan. Dalam instrumen saham misal, terdapat beberapa fitur yang memudahkan analisis teknikal. Tapi, harus cermat dalam memilih broker dan ketahui persis regulatornya.
Kembali lagi, semua instrumen trading maupun investing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tentukan tujuan dan pahami profil risiko sebelum memutuskan. Jangan lupa, berasuransi dari sekarang, sayangi diri dan keluarga. Antisipasi kerugian sesegera mungkin. Seperti kutipan dari Pak Mario Teguh :
"Uang kecil beli uang besar, itulah asuransi. Jika kamu tidak paksa diri bayar uang kecil, maka kamu akan dipaksa bayar uang besar. Simple."
Jadi, siapkan sebaik-baiknya. :-)

No comments:
Post a Comment