Friday, April 12, 2019

FINANCIAL : Gaji UMR Investasi Dimana?


Investasi adalah menempatkan dana pada instrumen tertentu dengan harapan pertumbuhan modal dikemudian hari. Sudah sadar pentingnya investasi? Bagus! Kalau belum, mari cari tahu...

Manajemen keuangan sangatlah penting. Penghasilan yang diperoleh dan bagaimana menggunakannya harus diperhitungkan agar tidak keluar untuk hal yang tidak perlu dan berujung pemborosan.

Ingin tahu rahasia menjadi orang sukses secara finansial dan berkecukupan? Jangan tanyakan apa pekerjaan mereka, tapi tanyakan bagaimana mereka mengelola dan menempatkan uangnya. Yup, salah satunya dengan investasi. Apakah bisa diaplikasikan untuk orang bergaji UMR? Sangat bisa! Jangan membatasi diri untuk bermimpi besar hanya karena langkahmu jauh di bawah mereka yang telah sukses finansial. Ingat, mereka pun mendapatkan kesuksesan tersebut berproses, tidak dalam semalam. So, keep going!

Lalu, investasi seperti apa untuk yang bergaji UMR dan mudah untuk dilakukan?

1. Reksadana
Reksadana adalah sebuah wadah untuk menghimpun dana investor, yang akan diinvestasikan pada portofolio efek dan dikelola oleh Manajer Investasi. Reksadana ini cocok untuk yang mau berinvestasi, tapi waktu, modal, dan pengetahuannya terbatas.

Reksadana terbagi beberapa macam dan dikelompokkan berdasarkan risikonya. Secara singkat seperti di bawah ini :
  • Reksadana Pasar Uang : Risiko investasi rendah. Instrumen investasi pada Deposito dan Obligasi <1th. Tipe investor konservatif yang berinvestasi jangka pendek <1 tahun.
  • Reksadana Pendapatan Tetap : Risiko investasi lebih besar dari Pasar Uang. Instrumen investasi pada Obligasi pemerintah atau korporasi. Tipe investor konservatif yang berinvestasi jangka pendek 1-3 tahun.
  • Reksadana Campuran : Risiko investasi cukup tinggi. Instrumen investasi pada Saham dan Obligasi. Tipe investor moderat yang berinvestasi jangka menengah 3-5 tahun.
  • Reksadana Saham : Risiko investasi tinggi. Instrumen investasi pada Saham. Tipe investor agresif yang berinvestasi jangka panjang >5 tahun.
Hal-hal di atas harus dan wajib diketahui sebelum membeli reksadana. Tetapkan tujuan berinvestasi dan sesuaikanlah dengan profil risiko. Karena pada banyak kasus, orang asal berinvestasi tanpa tau tujuan dan risikonya, sehingga ketika seseorang berinvestasi di reksadana campuran dan berharap profit di tahun pertama, ada kemungkinan kecewa karena reksadana campuran direkomendasikan untuk investor jangka menengah 3-5 tahun. Perlu dicatat, bahwa berinvestasi di reksadana tidak ada jaminan hasil yang pasti. Semua tergantung pada kinerja masing-masing instrumen investasi.

Dimana bisa membeli reksadana? Reksadana bisa dibeli di Bank, Sekuritas atau agent-agent penjual reksadana seperti Marketplace. Tentu bisa dimulai hanya dari Rp. 100.000. Sangat terjangkau, kan? Jadi, jangan ada alasan tidak berinvestasi dari sekarang ya!

2. P2P Lending
P2P Lending (Peer to Peer Lending) merupakan sebuah instrumen investasi yang cukup baru. Cara kerja P2P Lending sama seperti Marketplace yang mempertemukan antara penjual dan pembeli. Pada prinsipnya, P2P Lending pinjam-meminjamkan dana, investor akan dipertemukan oleh peminjam secara online. Dalam P2P Lending, investor bisa mendanai beberapa pinjaman dan peminjam bisa mendapatkan dana pinjaman dari beberapa investor. 

Keuntungan yang didapatkan cukup menarik, investor akan mendapatkan nilai pokok serta bunga. Investasinya juga cukup minim, bisa dimulai dari Rp. 100.000. Di samping keuntungan, ada risiko juga yang harus dipahami. Misal, jika peminjam telambat bayar atau bahkan gagal bayar pada investor, maka dana investor bisa hilang. Meskipun hal itu tidak sepenuhnya terjadi di perusahaan P2P Lending, tapi ada baiknya pilihlah perusahaan P2P Lending yang tepat, yang mampu menjamin kegagalan bayar si peminjam dan menggantikan modal investor.

Nah, 2 pilihan investasi di atas adalah financial investment, dimana kita tidak dapat melihat wujud dari investasi yang dilakukan. Tidak seperti properti dan emas yang memiliki wujud. Sebenarnya masih banyak instrumen investasi lain yang bisa menjadi opsi untuk berinvestasi dengan modal minim. Tapi, 2 di atas bisa menjadi pilihan terbaik.

Pada dasarnya, carilah instrumen investasi yang memiliki capital gain juga menghasilkan cash flow. Perlu diperhatikan untuk tidak berinvestasi dengan berhutang, risikonya akan sangat besar terutama pada instrumen yang tidak memiliki kepastian. Jangan lupa, prioritaskan asuransi kesehatan sebagai manajemen risiko dan persiapkan dana darurat sebelum berinvestasi. Perbanyak investasi pada diri sendiri melalui ilmu dan skill-skill baru. Selamat mencoba!