Thursday, March 11, 2021

Kupas MBTI

Siapa tidak tahu MBTI?

Sebuah tool yang cukup populer di internet untuk mengetahui kepribadian individu dan secara luas digunakan baik personal maupun kelompok.

MBTI ditemukan oleh ibu dan anak, Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers. Mereka menyederhanakan teori Carl G. Jung dari bukunya Psychology Types dan mengembangkan instrumen psikologis yang dinamakan Myers-Briggs Type Indicator which is MBTI.

MBTI menuai banyak kritikan dari psikolog kepribadian profesional dan sering menjadi perdebatan banyak orang, karena di antaranya :
  • Myers-Briggs tidak memiliki latar belakang psikologi. Myers belajar banyak tentang psikometri dari Edward Hay, seorang pemilik jasa konsultasi personalia.
  • Reliabilitas MBTI rendah, karena hasil tes yang inkonsisten.
  • MBTI terbuka terhadap manipulasi dan rentan terhadap bias kognisi.
  • Myers-Briggs dianggap oversimplified teori Jung.
  • MBTI users fokus pada sisi egosyntonic personality, sehingga ketidaklengkapan gambaran dianggap bermasalah, dll.
Namun bukan validitas MBTI yang akan dibahas di sini, melainkan memahami lebih dalam MBTI berdasarkan akarnya, yaitu Jungian Typology.


Ti-Te-Fi-Fe-Si-Se-Ni-Ne disebut 
Cognitive Functions

Setiap tipe kepriadian MBTI memiliki 8 function-attitudes yang susunannya membedakan satu tipe kepribadian dengan tipe kepribadian lain. Seperti namanya, sikap adalah perspektif. Sikap bersifat tendensi, tidak bisa diukur, dilihat secara secara kualitatif ; baik atau buruk. Sedangkan perilaku bersifat jelas, bisa diamati dan diukur, dilihat secara kuantitatif ; seberapa sering dilakukan sebuah tindakan atau pengalaman.

Bagaimana cara tahu cognitive functions dari setiap tipe kepribadian?

Mari ambil contoh tipe kepribadian...


RULE #1

INTJ → Huruf ke 2 + huruf ke 1 = Ni

Jadi, function-attitude pertama INTJ adalah Ni.

RULE #2







INTJ → Ni _e _i _e

Ada 2 huruf N dan T di tengah. Karena function-attitude pertama adalah N, maka function-attitude kedua adalah T. 

              Ni Te _i _e

Jadi, function-attitude kedua INTJ adalah Te.

RULE #3


INTJ →  Ni Te _i _e

Jika function-attitude pertama adalah N, maka function-attitude keempat adalah S.

               Ni Te _i Se

Function-attitude ketiga? Sudah pasti F. Jadi, 4 function-attitudes INTJ adalah Ni Te Fi Se.

4 function-attitudes lain kemana?

Unfortunately there is no doubt about the fact that man is, as a whole, less good than he imagines himself or wants to be. Every one carries a shadow, and the less it is embodied in the individual's conscious life, the blacker and denser it is. (Carl G. Jung)

4 function-attitudes yang sudah diketahui sebelumnya dikenal sebagai primary function, fungsi yang selaras dengan konsep diri atau konsisten dengan citra ideal diri.

4 function-attitudes oposisi dari primary function dikenal sebagai shadow function, fungsi yang bertentangan dengan konsep diri atau tidak dapat diterima oleh diri.

Bagaimana realisasinya dalam kehidupan?

Bertentangan, tidak diterima, tidak diakui, disembunyikan dari diri sendiri dan orang lain, bukan berarti shadow function tidak ada dan tidak muncul ke permukaan. Sisi yang direpresi mencakup keinginan dan motif amoral, dark fantasy, kebencian kekanak-kanakan, dapat muncul dalam cara positif atau negatif dan kualitasnya berperan signifikan pada hubungan pribadi. Primary function tidak berarti muncul secara sadar dan shadow function tidak berarti muncul secara tidak sadar atau relatif sadar-relatif tidak sadar. Pada kenyataannya, kompleksitas manusia tidak bisa dinilai dikotomi. Primary function yang menjadi fungsi dominan bisa muncul secara tidak sadar dan shadow function bisa muncul secara sadar. Kesadaran bukanlah karakteristik yang cukup dapat diandalkan untuk membedakan kedua sisi. Namun proses pertumbuhan pribadi membawa shadow function yang awalnya tidak disadari menjadi disadari, kemudian diintegrasikan ke dalam ego dan dirangkul sebagai bagian dari "aku". Jadi, ego dan shadow bisa berkolaborasi, tapi bisa juga saling menghancurkan.
The shadow is a moral problem that challenges the whole ego-personality. To become conscious of it involves recognizing the dark aspects of the personality as present and real. (Carl Jung, “The Shadow,” Aion, CW 9ii, Par. 14)

Ok, it's tempting to discuss how shadow function works since we tend to stick to our persona, but we will get to that later! Lol.

Setelah mengetahui cognitive functions, masing-masing function-attitudes memiliki penamaan berbeda yang dikenal archetype.

According to Jung (1966), an archetype is "a universal and recurring image, pattern, or motif representing a typical human experience." He adds that "the primordial image or archetype is a figure, be it a daemon, a human being, or a process, that constantly recurs in the course of history and appears wherever creative fantasy is freely expressed."

Archetype adalah simbol yang berulang dalam sastra, seni, atau mitologi dan berupa sosok dalam fantasi kreatif. Manusia dianggap memiliki kecenderungan bawaan yang mirip dengan masing-masing archetype.

Pembahasan archetype akan ada di post selanjutnya. Adios!